24 TEMPAT WISATA MENARIK DI DIENG YANG WAJIB DIKUNJUNGI

by Tony Effendi , at 00.39 , have 0 komentar
Dieng merupakan Dataran Tinggi yang terletak di kawasan vulkanik aktif di Jawa Tengah dan masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara serta Kabupaten Wonosobo. Letaknya berada di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Secara administratif, Dieng merupakan wilayah Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara dan Dieng (Dieng Wetan), Kecamatan Kejajar, serta Kabupaten Wonosobo.

        Nama Dieng berasal dari gabungan dua kata bahasa Kawi: "Di" yang berarti "Tempat" atau "Gunung" dan "Hyang" yang bermakna "Dewa". Dengan demikian, Dieng berarti daerah pegunungan tempat para dewa dan dewi bersemayam. Teori lain menyatakan, nama Dieng berasal dari bahasa Sunda ("di hyang") karena diperkirakan pada masa pra-Medang (sekitar abad ke-7 Masehi) daerah itu berada dalam pengaruh politik Kerajaan Galuh. Dieng sering juga disebut Dieng Plateau, "Plateau" memiliki arti "Plato" atau Dataran Tinggi. Jadi Dieng Plateau memiliki arti Dataran Tinggi Dieng.

        Dieng merupakan tempat wisata favorit dan populer di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa karena memiliki potensi-potensi wisata yang sangat indah serta beraneka ragam. Wisata alam di Dieng cukup lengkap, terdapat gunung-gunung yang indah, Telaga atau Danau yang eksotis, dan Kawah vulkanik. Selain itu, Dieng juga memiliki wisata yang bersejarah, banyak terdapat candi-candi, museum, serta memiliki Seni dan Budaya yang menarik (dieng culture festival). Kawasan Dieng juga rata-rata memiliki udara yang sejuk dan dingin, bahkan ada beberapa tempat yang bersuhu minus 0 derajat celcius.

Nah, apa saja tempat-tempat wisata di Dieng yang indah, menarik dan wajib untuk dikunjungi tersebut?



1. Telaga Warna

Telaga Warna merupakan telaga terindah di Dieng dan wajib untuk Anda kunjungi. Telaga ini disebut Telaga Warna karena air pada telaga tersebut sering berubah-ubah warna. Kadang telaga ini berwarna kuning, hijau dan kadang berwarna-warni seperti Pelangi. Fenomena unik ini terjadi karena air telaga yang mengandung sulfur cukup tinggi sehingga saat terkena sinar matahari, air telaga akan nampak berwarna-warni.

Telaga Warna, Dieng

        Selain itu, pemandangan pegunungan dan pepohonan di sekelilingnya juga sangat indah serta udaranya sangat sejuk. Saat memasuki pintu masuk ke Telaga Warna ini, Anda juga akan disambut oleh deretan bunga-bunga hortensia atau yang di sebut bunga panca warna yang selalu bermekaran setiap harinya. Waktu terbaik untuk menikmati keindahan Telaga Warna adalah saat siang hari, karena saat siang hari matahari dapat memancarkan sinarnya ke telaga secara maksimal.



2. Telaga Pengilon

Telaga Pengilon

Telaga Pengilon terletak disebelah Telaga Warna, tepatnya di sisi Selatan Telaga Warna. Telaga Pengilon memiliki ukuran yang lebih kecil dari pada Telaga Warna. Namun Telaga Pengilon memiliki air yang sangat jernih atau bening.



3. Telaga Merdada

Telaga Merdada adalah telaga terluas yang berada di Kawasan Dataran Tinggi Dieng. Telaga ini memiliki luas sekitar 25 Ha dengan kedalaman air telaga sekitar 2 – 10 meter. Telaga Merdada dahulu merupakan kawah gunung berapi yang terisi air hujan, karean telaga ini tak memiliki sumber air sehingga saat musim kemarau tiba, air telaga ini akan menyusut dan Anda dapat melihat bagian dasar dari telaga ini.

Telaga Merdada

        Di sini, Anda bisa Camping atau mendirikan tenda dan juga memancing. Pemandangan di sini juga sangat indah, terdapat banyak pepohonan dan juga bukit-bukit yang hijau di sekelilingnya.



4. Telaga Cebong

Terletak di Desa Sembungan, desa dengan wilayah tertinggi di Jawa Tengah sehingga suhu udaranya sangat dingin, kadang bisa mencapai 0 bahkan minus 0 derajat celcius. Telaga Cebong memiliki pemandangan yang sangat indah, dikelilingi oleh pepohonan dan bukit-bukit yang hijau. Kawasan ini merupakan tempat favorit bagi para pecinta alam atau pendaki gunung untuk Camping.

Telaga Cebong

         Selain itu, hal menarik lainnya yang dicari wisatawan dari tempat ini adalah melihat Sunrise di puncak tertinggi wilayah ini yang disebut Bukit Sikunir. Pemandangan Sunrise-nya sangat cantik dengan view pegunungan yang dikelilingi kabut disekelilingnya bagaikan negeri di atas awan.



5. Telaga Menjer

Telaga Menjer terletak di Desa Maron, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah serta berada di ketinggian 1200 mdpl. Telaga Menjer memiliki luas 70 hektar dan merupakan telaga terluas di Wonosobo. Telaga Menjer terbentuk dari letusan gunung berapi yang diisi oleh air hujan dan beberapa mata air di sekitar telaga. Telaga ini juga dimanfaatkan sebagai PLTA.

Telaga Menjer

        Telaga Menjer dikelilingi oleh pegunungan dan bukit-bukit, serta dikelilingi oleh pohon-pohon yang hijau. Terdapat juga deretan pohon-pohon Cemara yang turut mempercantik pemandangan di telaga ini.



6. Telaga Dringo

Telaga Dringo

Telaga Dringo terletak di Kabupaten Batang dan perbatasan Banjarnegara, Jawa Tengah. Telaga Dringo memiliki pemandangan yang sangat indah, diapit oleh pegunungan dan perbukitan serta terdapat banyak pepohonan. Tak heran kalau di kawasan telaga ini sering digunakan untuk Camping. Hal menarik lainnya yang wajib Anda nikmati di Telaga Dringo adalah melihat Sunrise. Lokasi terbaik untuk menikmati Sunrise adalah di perbukitan yang menghadap ke telaga, dari perbukitan ini Anda bisa melihat keindahan Sunrise dan pemandangan gunung-gunung di sekelilingnya sekaligus.



7. Gunung Prau

Gunung Prau atau Gunung Prahu merupakan gunung dengan ketinggian 2.565 mdpl dan merupakan puncak tertinggi di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Gunung Prau merupakan tapal batas antara tiga kabupaten yaitu Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal dan Kabupaten Wonosobo. Gunung Prau adalah salah satu spot terbaik di Dieng untuk menikmati keindahan Sunrise, karena letaknya yang lebih tinggi dari gunung-gunung yang lain.

Gunung Prau

        Gunung Prau adalah tempat favorit dan sangat populer bagi para pendaki gunung dan para petualang. Saat berada di puncak Gunung Prau, Anda juga bisa melihat banyak bukit-bukit kecil yang hijau. Tak heran kalau Gunung Prau juga dijuluki Bukit Teletubbies ataupun Gunung Seribu Bukit.

        Terdapat 3 jalur pendakian yang bisa ditempuh, yaitu :

  1. Jalur Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang
  2. Jalur Patak Banteng, Wonosobo
  3. Jalur Kenjuran, Kendal.


8. Bukit Sikunir

Bukit Sikunir atau Gunung Sikunir adalah sebuah bukit di kawasan Dataran Tinggi Dieng dengan ketinggian 2350 mdpl. Gunung Sikunir merupakan tempat terbaik untuk menikmati Sunrise di kawasan Dieng. Fenomena Sunrise-nya dikenal dengan nama Golden Sunrise, yang merupakan salah satu pemandangan Sunrise terbaik di Jawa Tengah.

Golden Sunrise di Bukit Sikunir

        Saat cuaca sedang bagus, Anda bisa melihat Gunung Sindoro, Gunung Slamet, Gunung Sumbing, Merbabu, Merapi dan Ungaran dengan jelas di Bukit Sikunir ini. Perjalanan mendaki ke Gunung Sikunir dapat Anda mulai dari Telaga Cebong.



9. Gunung Pangonan

Gunung Pangonan adalah gunung yang terletak di kawasan Dieng dan memiliki ketinggian 2300 mdpl. Yang menarik dari Gunung Pangonan selain bisa menikmati Sunrise dan Sunset di puncaknya adalah memiliki padang rumput atau Savana yang luas. Suasana yang asri, alami dan tenang akan Anda temukan di Savana ini. Selain itu udaranya juga sangat sejuk, cocok bagi Anda yang merindukan suasana alam yang natural.

Pemandangan di Gunung Pangonan

        Pos pendakian Gunung Pangonan terletak di Desa Karangtengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Di pos ini terdapat tempat peristirahatan dan tempat parkir yang luas. Pendakian ke Gunung Pangonan juga sangat cocok untuk pendaki pemula karena jalannya tak begitu terjal serta jarak tempuh yang tak begitu jauh, biasanya dibutuhkan waktu sekitar 20 - 30 menit untuk mencapai puncaknya.



10. Bukit Seroja

Pemandangan Telaga Menjer dari Bukit Seroja

Bukit Seroja terletak di Kecamatan Garung, Wonosobo dan berada tepat di atas Telaga Menjer. Bukit Seroja juga merupakan tempat terbaik untuk menikmati keindahan Telaga Menjer. Anda juga bisa melihat Golden Sunrise yang indah, karena letak Bukit Seroja tepat disebelah Bukit Sikunir. Untuk mencapai puncak bukit ini, Anda harus mendaki kurang lebih 2 jam perjalanan.



11. Bukit Sidengkeng

Bukit Sidengkeng merupakan salah satu perbukitan di daerah Dataran Tinggi Dieng yang terletak tepat di samping area konservasi sumber daya alam Telaga Warna dan Telaga Pengilon tepatnya di Desa Dieng Wetan kabupaten Wonosobo. Bukit Sidengkeng merupakan tempat terbaik untuk melihat keindahan Telaga Warna dan Telaga Pengilon, tak heran banyak penghobi Photography yang menjadikan Bukit Sidengkeng sebagai spot favorit mereka.

Pemandangan Telaga Warna dari Bukit Sidengkeng

        Anda dapat mencapai Bukit Sidengkeng melalui pintu masuk atau gerbang Wana Wisata Petak 9 Dieng, melalui jalan setapak menanjak sekitar 15 menit. Saat melewati jalur ini, Anda akan menjumpai pohon akasia decuren dan aneka tanaman bunga. Waktu yang ditempuh untuk mencapai puncaknya sekitar 20 menit.



12. Batu Pandang

Batu Pandang

Selain di Bukit Sidengkeng, lokasi favorit untuk melihat keindahan Telaga Warna dan Telaga Pengilon dari atas adalah di Batu Pandang. Lokasi ini juga merupakan spot favorit bagi para Fotografer, karena pemandangan yang disajikan juga tak kalah indahnya. Pendakian ke puncak Batu Pandang dapat dimulai dari Dieng Plateau Theater. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai puncak Batu Pandang hanya 10 menit saja, namun dengan kontur jalan yang menanjak.



13. Kawah Candradimuka

Nama Kawah Candradimuka sudah tak asing lagi didengar di Indonesia. Menurut cerita pewayangan, Kawah Candradimuka merupakan tempat Gatot Kaca di Jedi atau dimasukan ke dalam kawah, sehingga memiliki kesaktian "otot kawat balung wesi"(otot kawat tulang besi). Kawah Candradimuka memiliki diameter sekitar 5 meter saja dan terbentuk akibat aktivitas vulkanik yang sangat kuat, serta memiliki letupan dahsyat dengan suara bergemuruh. Saat berada di bibir kawah, Anda disarankan memakai masker karena bau belerangnya sangat kuat.

Kawah Candradimuka

         Jarak dari Desa Dieng menuju Kawah Candradimuka sekitar 8,7 km dan dapat ditempuh berkendara baik roda 2 atau roda 4 sekitar 20 menit saja. Anda akan melewati 2 desa yakni Desa Kepakisan dan Desa Pekasiran. Sesampainya di Desa Pekasiran dan berada di gerbang wisata Kawah Candradimuka, perjalanan dapat Anda lanjutkan kembali sejauh 1,4 km dan waktu yang ditempuh untuk menuju ke lokasi sekitar 30 menit dengan berjalan kaki.



14. Kawah Sikidang

Terletak di sebelah selatan Kawasan Wisata Dieng, Sekitar 800 meter dari Obyek Wisata Telaga Warna, atau sekitar 1,5 KM dari Lokasi Wisata Obyek Wisata Candi Arjuna. Kawah Sikidang terbentuk akibat aktifitas gunung berapi di Dataran Tinggi Dieng. Saat mendekati bibir kawah, Anda disarankan memakai masker karena bau belerang di kawah ini sangat kuat. Di sekitar Kawah Sikidang juga sudah dibangun pagar yang terbuat dari kayu, yang fungsinya sebagai pembatas agar tidak ada pengunjung yang tercebur dalam kawah atau terkena dampak dari gas beracun Kawah Sikidang.

Kawah Sikidang

        Dikawah ini, Anda juga akan menjumpai penduduk setempat yang sedang merebus telur ayam dan telur puyuh yang siap dijual kepada wisatawan. Di area kawah Sikidang juga banyak terdapat kawah-kawah kecil dengan titik didih tak sampai 100 derajat celcius.



15. Kawah Sileri

Kawah Sileri terletak di Desa Pakisan, Kecamatan Batur dan Kabupaten Banjarnegara, tepatnya berada di jalan menuju ke Desa Bitingan. Kawah ini merupakan kawah terluas di Dieng, dengan luas wilayah areanya sekitar 4 hektar. Sebagian permukaannya dipenuhi air yang mendidih berwarna putih keabu-abuan yang mengalir ke hilir menyirami ladang-ladang di bawahnya. Nama Sileri sendiri diambil dari warna air kawah ini, yaitu berwarna seperti air cucian beras (air leri).

Kawah Sileri

        Untuk menuju ke Kawah Sileri dapat ditempuh sekitar 15 menit dari poros Dieng dengan jarak 7 Km. Sesampainya di lokasi, Anda akan melihat kepulan asap dari Kawah Sileri dan dikelilingi oleh pemandangan perbukitan yang hijau. Jika ingin mendekati kawah, telah disediakan tangga yang terbuat dari beton untuk memudahkan perjalanan wisatawan. Saat di dekat Kawah Sileri, pengunjung disarankan memakai masker karena bau belerang cukup kuat.



16. Sumur Jalatunda

Sumur Jalatunda adalah sebuah sumur raksasa yang ada dataran Tinggi Dieng, secara administratif berada di wilayah Kabupaten Banjarnegara. Pemandangan sawah dan perbukitan yang hijau akan Anda jumpai saat berada di kawasan Sumur Jalatunda ini. Sumur Jalatunda terbentuk akibat dari aktifitas gunung berapi di Dataran Tinggi Dieng dan memiliki diameter kurang lebih 90 m dengan kedalaman kurang lebih 100 m.

Sumur Jalatunda

        Sumur Jalatunda berbentu seperti cekungan yang dalam serta memiliki tebing yang sangat terjal sehingga Anda tak bisa turun ke bawah untuk mendekati air sumur tersebut. Saat musim kemarau, air Sumur Jalatunda berwarna hijau dan terkadang jernih karena sumur ini hanya terisi oleh mata air disekitarnya. Sedangkan saat musim hujan tiba, air Sumur Jalatunda menjadi berwarna coklat akibat terisi oleh air hujan yang melewati tebing-tebing terjal disekitarnya.



17. Air Terjun Sikarim

Air Terjun Sikarim atau sering disebut Curug Sikarim merupakan air terjun yang masih alami dan belum banyak didatangi oleh wisatawan. Di Curug Sikarim ini, Anda akan melihat pemandangan air terjun yang dikelilingi oleh tebing, bukit dan pegunungan yang sangat indah. Suasananya sangat asri dan natural, karena banyak terdapat pepohonan. Selain itu, Air Terjun Sikarim ini sangat jernih, deras dan menyegarkan.
Air Terjun Sikarim

        Untuk menuju ke Air Terjun Sikarim, Ada 2 pilihan jalur yang dapat Anda tempuh. Jika dari arah Wonosobo ambil jalur dari Desa Garung di arah jalan menuju Telaga Menjer. Alternatif kedua, Anda dapat menyusuri jalanan yang curam dari Desa Sembungan Dieng. Biasanya orang-orang menggunakan jalur dari Telaga Menjer Garung dan menggunakan jalur pulang melewati Desa Sembungan Dieng.



18. Curug Winong

Terletak di Dusun Temanggung, Desa Winongsari, Kec. Kaliwiro, Kab. Wonosobo, Jawa Tengah. Curug Winong merupakan air terjun setinggi 70 meter dengan kemiringan sekitar 70 derajat sehingga berbentuk seperti seluncur, selain itu airnya juga sangat jernih. Di sini, Anda akan menjumpai pemandangan perbukitan yang ditumbuhi banyak pohon-pohon. Untuk fasilitasnya, terdapat toilet dan juga warung-warung penjual makanan dan minuman.

Curug Winong

        Untuk mencapai lokasi Curug Winong, rute yang Anda tempuh jika dari Wonosobo adalah Wonosobo - Selomerto - Balaikambang - Winongosari - Curug Winong. Dari lokasi parkir, perjalanan harus Anda lanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 500 meter untuk mencapai lokasi Curug Winong.



19. Air Terjun Sirawe

Terletak di Dusun Bitingan, Desa Kepakisan, Kecamatran Batur, Kabupaten Banjarnegara, Propinsi Jawa Tengah. Air Terjun Sirawe atau Curug Sirawe memiliki ketinggian sekitar 80 meter. Airnya sangat jernih dengan dikelilingi tebing dan pepohonan yang hijau membuat suasananya begitu sejuk dan natural. Salah satu keunikan yang bisa Anda rasakan dari Air Terjun Curug Sirawe ini adalah perpaduan air dingin dan air panasnya.

Air Terjun Sirawe

        Untuk mencapai lokasi Air Terjun Sirawe, ada 2 pilihan jalur yang dapat Anda lewati.

  • Pertama, jalur Pawuhan - Siglagah - Sigemplong. Sesampainya di Sigemplong, kendaraan harus diparkir di sini, lanjutkan dengan jalan kaki ke lereng gunung Sipandu. Kemudian menyusuri jalan setapak alternatif penghubung Desa Sigemplong dan Desa Bitingan.
  • Kedua, lewat Kepakisan - Kawah Sileri -  Bitingan. Jalur ini lebih dekat dari jalur Sigemplong. Jalanan aspal mengelupas tetap bisa dijumpai dari pertigaan kawah Sileri sampai desa Bitingan. Sampai desa Bitingan semua kendaraan harus berhenti, lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki.


20. Kompleks Candi Arjuna

Terletak di Desa Dieng Kulon Kabupaten Banjarnegara. Ada lima bangunan candi yang berdiri di area kompleks ini, yaitu Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, Candi Sembadra dan Candi Semar. Semua candi-candi Dieng berukuran kecil. Candi-candi Dieng diperkirakan di bangun dari abad ke-7 sehingga bangunan candipun bermacam-macam. Kompleks Candi Arjuna merupakan candi beraliran Hindu tertua di Jawa, hal ini tampak pada arsitektur di setiap sisinya yang memiliki ukiran lebih sedikit dan sederhana.

Kompleks Candi Arjuna

        Di area Kompleks Candi Arjuna biasanya di gunakan untuk ritual-ritual penting oleh penduduk setempat. Di sinilah upacara besar pencukuran rambut gimbal atau yang sering di sebut ruwatan anak rambut gimbal Dieng diselenggarakan. Saat musim kemarau tiba, di sini muncul embun-embun es pagi hari atau yang sering di sebut Salju Dieng. Rata-rata suhu udara bisa mencapai minus 0 derajat saat musim kemarau tiba, tepatnya sebelum matahari terbit.



21. Candi Bima

Candi Bima terletak di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, tepatnya di samping pintu masuk menuju ke Kawah Sikidang. Candi ini memiliki arsitekrur yang mirip dengan candi-candi di India. Bagian atapnya mirip dengan shikara dan berbentuk seperti mangkuk yang ditangkupkan. Pada bagian atap terdapat relung dengan relief kepala yang disebut dengan kudu.

Candi Bima

         Di keempat sudut Candi Bima juga terdapat relief padma dan pada bagian langit-langit di dalam bangunan Candi Bima ini memiliki bentuk kerucut seperti piramida serta keempat sudut sisinya terdapat lubang-lubang yang diduga untuk menyusun batu di atasnya saat pembangunan candi. Dilihat dari susunan dalam Candi Bima yang berbentuk piramida ini memang benar bahwa usia Candi Bima Dieng sudah sangat tua, lebih dari 1000 tahun silam.



22. Candi Gatotkaca

Candi Gatotkaca terletak di sebelah barat Kompleks Percandian Arjuna, di tepi jalan ke arah Candi Bima, di seberang Museum Dieng Kailasa. Nama Gatotkaca sendiri diberikan oleh penduduk dengan mengambil nama tokoh wayang dari cerita Mahabarata. Sebenarnya area Candi Gatotkaca terdapat 6 Candi, yaitu Candi Gatotkaca, Candi Setyaki, Candi Nakula, Candi Sadewa, Candi Petruk dan Candi Gareng namun yang masih utuh hanyalah Candi Gatotkaca, sedangkan yang lainnya hanya tersisa reruntuhannya saja.

Candi Gatotkaca

        Candi Gatotkaca berukuran 4,5 x 4,5 meter persegi, dan diperkirakan dibangun pada zaman Ratu Sima (sekitar abad ke 8). Di dalam Candi Gatotkaca juga terdapat Yoni yang menjadi ciri khas Candi beraliran Hindu.



23. Candi Dwarawati

Candi Dwarawati terletak di Lereng Gunung Prahu, Desa Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Bentuk bangunan candi Dwarawati tidak berbeda dengan candi-candi di Dieng lainnya dengan berbentuk catur muka candi ini menghadap ke sebelah barat membelakangi matahari terbit. Ukuran Candi Dwarawati juga kecil, yaitu hanya berukuran 5,30 m x 5,30 m yang berbentuk bujur sangkar. Di kawasan ini sebenarnya ditemukan tiga bangunan candi yang lain, yaitu Candi Pandu, Candi Margasari, dan Candi Parikesit. Sayangnya, hanya Candi Dwarawati yang saat ini masih berdiri. Sementara tiga candi yang lain, batu-batu bangunannya sudah hilang.

Candi Dwarawati

        Candi yang dibangun pada sekitar abad 8 Masehi ini merupakan tempat pemujaan kepada Dewa Shiwa. Pada bangunannya, seharusnya terdapat arca Ganesha, Agastya, dan Dewi Durga. Tapi, untuk melihat ketiga arca tersebut, pengunjung harus datang ke Museum Kailasa.

        Untuk menuju lokasi Candi Dwarawati, Anda harus memasuki Gang Desa yang bertuliskan Dwarawati tampak di sisi jalan utama Dieng Plateau kawasan pariwisata. Tak jauh dari gang Dwarawati sekitar 5 menit perjalanan berkendara, maka sampailah di kaki bukit kecil dimana Candi Dwarawati Berada.



24. Museum Kailasa

Museum ini terletak di kompleks Gedung Arca milik Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah. Lokasi museum ini berada di seberang Candi Gatotkaca, Dieng, Kecamatan Batur, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah. Museum Kailasa berdiri di atas lahan seluas 560 meter persegi dan terdiri dari dua bangunan.

Museum Kailasa

        Saat memasuki bangunan pertama, Anda akan menemukan berbagai arca, mala, makara, kemuncak atau atap candi, lingga dan yoni, tungku untuk menaruh sesaji, nandi atau tunggangan Dewa Shiwa dan Dewi Durga yang bertubuh singa dan berkepala sapi, mahakala, batu penutup, kinara kinari (mahluk khayangan), dan siva trisirah atau Dewa Shiwa yang memiliki tiga wajah. Semua benda-benda yang disimpan di bangunan pertama merupakan bagian dari candi-candi yang ada di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Benda-benda tersebut disimpan di museum ini demi alasan keamanan atau tidak ditemukan posisinya dalam sebuah bangunan candi.

        Sedangkan di bangunan kedua, Anda dapat mengetahui sejarah terbentuknya Dataran Tinggi Dieng setelah letusan Gunung Prahu Tua, sumber batu andesit (batu yang digunakan dalam pembuatan candi) yang ada di Dataran Tinggi Dieng, serta sistem kepercayaan masyarakat Dieng. Di bangunan ini juga disajikan informasi mengenai keragaman kesenian dan kebudayaan yang tumbuh di masyarakat Dieng, dan perihal anak berambut gimbal. Di sini juga terdapat sebuah ruang untuk menonton film. Film yang diputar di sini menceritakan keseharian masyarakat Dieng. Museum Kailasa buka setiap hari dari jam 07.00 WIB sampai dengan jam 16.00 WIB.









        
Tony Effendi
24 TEMPAT WISATA MENARIK DI DIENG YANG WAJIB DIKUNJUNGI - written by Tony Effendi , published at 00.39, categorized as Wisata di Jawa . And have 0 komentar
No comment Add a comment
Cancel Reply
GetID