20 TEMPAT WISATA YANG INDAH DAN POPULER DI SEMARANG

by Tony Effendi , at 00.32 , have 0 komentar
Beragam tempat wisata di Semarang sangat indah dan menarik untuk dikunjungi. Semarang memiliki bermacam-macam tempat wisata yang populer dan menjadi favorit wisatawan untuk menghabiskan waktu liburan mereka. Semarang adalah Ibukota Provinsi Jawa Tengah, sekaligus Kota Metropolitan terbesar ke 5 setelah Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan. Tempat wisata di Semarang juga termasuk lengkap, ada wisata sejarah, wisata alam, wisata religi, wisata keluarga, wisata belanja dan wisata kuliner.

        Semarang juga dikenal memiliki gedung-gedung bersejarah peninggalan Belanda dengan arsitektur khas eropa, gedung-gedung ini juga banyak yang kondisinya masih terawat atau masih digunakan. Di Kota Semarang juga terdapat banyak penginapan atau Hotel, baik yang murah maupun berbintang untuk kebutuhan akomodasi penginapan bagi warga luar kota yang mengunjungi Semarang. Kota yang dikenal karena Lumpia-nya ini juga memiliki Masjid-masjid besar dengan arsitektur yang khas. Selain itu, wisata-wisata alam yang indah juga banyak terdapat di Semarang.

Nah, apa saja tempat-tempat wisata di Semarang yang indah dan wajib untuk Anda kunjungi?



1. Pantai Maron

Pantai Maron terletak di sebelah barat Semarang, tepatnya di sekitar muara Sungai Silandak. Lokasinya bisa ditempuh dari dua tempat, yaitu dari Bandara Ahmad Yani atau dari Perumahan Graha Padma, Krapyak. Pantai Maron memiliki pemandangan yang indah dan eksotis, tak heran saat akhir pekan atau liburan selalu dipadati oleh para wisatawan.

Sunset di Pantai Maron, Semarang

        Pantai ini cukup aman digunakan untuk berenang-renang karena letaknya yang landai dengan ombak yang tenang seperti kebanyakan pantai-pantai pesisir utara Jawa lainnya. Beda dengan pantai di pesisir selatan Pulau Jawa yang mayoritas memiliki ombak yang besar. Karena ombaknya yang tenang dan cukup aman, maka di pinggir Pantai Maron ini banyak ditemui warung-warung atau penjual makanan. Selain itu, Anda juga dapat menyaksikan pemandangan sunset yang indah di pantai ini.

        Untuk akses masuk ke Pantai Maron sebenarnya tak sulit, namun karena jalannya masih berupa tanah liat, maka saat hujan jalannya menjadi becek dan licin. Di sini juga tak ada angkutan umum, jadi Anda harus menempuhnya dengan motor atau mobil (atau mungkin jalan kaki).




2. Pantai Marina

Pantai Marina terletak di Jalan Yos Sudarso, sekitar 4 km dari Tugu Muda dan bersebelahan dengan Puri Mareokoco. Berjarak hanya beberapa ratus meter dari Bandara Ahmad Yani, Semarang. Pantai ini dapat ditempuh sekitar 30 menit dari Kota Semarang. Pantai Marina ini merupakan lokasi favorit untuk berwisata di Semarang.

Sunset di Pantai Marina, Semarang

        Pantai Marina menawarkan pemandangan yang indah dan eksotis dengan deburan ombak yang tenang. Anda juga akan menjumpai pemandangan sunset yang indah saat sore hari. Selain itu, Anda juga bisa berkeliling pantai dengan menyewa perahu, berenang-renang di pantai, ataupun memancing. Namun di sisi utara agak ke timur, air lautnya sedikit kecoklatan dan keruh saat musim hujan karena di sisi timur pantai ini adalah tempat bermuaranya sungai banjir kanal barat. Di kawasan pantai ini juga cukup rindang karena banyak ditanam pepohonan di pintu masuk.




3. Pantai Tirang

Pantai Tirang terletak persis di sebelah Pantai Maron. Kedua pantai tersebut hanya dipisahkan oleh muara sungai Cilandak. Posisi Pantai Tirang di sebelah barat muara sungai Cilandak, sedangkan Pantai Maron di sebelah timurnya. Untuk akses menuju ke Pantai Tirang, Anda dapat melalui Perumahan Graha Padma lalu berjalan sampai dengan ujung perumahan. Kemudian jalan terus hingga sampai ke arah pantai Tirang. Untuk kondisi jalannya, sama seperti akses jalan ke Pantai Maron, jika hujan akan becek dan licin. Tapi, jika saat akan ke Pantai Maron Anda akan melihat pemandangan sawah, saat ke Pantai Tirang Anda akan menjumpai Tambak ikan yang luas.

Pantai Tirang, Semarang

        Yang menarik dari Pantai Tirang adalah pantai ini sangat luas, seakan tak berujung. Pasir pantainya juga sangat luas, sehingga Anda bisa bermain sepak bola atau voli. Suasana pantainya juga masih sepi dan tenang. Pantai Tirang ini juga merupakan spot favorit buat para pemancing. Selain itu, ombaknya juga cukup tenang dan Anda juga dapat melihat panorama sunset yang indah saat sore hari.




4. Pantai Cipta

Pantai Cipta terletak di belakang Terminal Peti Kemas, Semarang. Untuk akses masuknya, Anda bisa lewat Gerbang Gudang Peti Kemas tersebut. Namun kondisi jalannya cukup rusak, karena sering dilewati oleh truk-truk besar yang mengangkut Peti Kemas. Awalnya, saat memasuki Pantai Cipta, Anda akan menjumpai jalanan rusak, becek dan banyak sampah. Namun, setelah menelusuri pantai lebih jauh, Anda akan menemukan keindahan yang dimiliki Pantai Cipta.

Pantai Cipta, Semarang

        Yang menarik dari Pantai Cipta adalah air lautnya yang masih biru dan indah, beda seperti pantai-pantai di Semarang lainnya. Namun, di pantai ini Anda tak akan menjumpai hamparan pasir yang luas, karena mayoritas di pinggir Pantai Cipta adalah bebatuan (namun ada spot-spot tertentu yang berpasir). Di pantai ini, Anda akan menjumpai kapal-kapal nelayan maupun keramba ikan. Pantai Cipta ini pun juga merupakan spot favorit untuk memancing. Pantai ini juga merupakan spot favorit untuk berfoto atau selfie. Panorama sunsetnya pun juga tak kalah indah.




5. Pantai Baruna

Pantai Baruna terletak di dekat Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Dari arah Pantai Marina ada traffic light belok kiri, Anda akan menjumpai papan yang bertuliskan "Pantai Baruna" serta loket masuk. Akses jalannya cukup sulit karena jalannya rusak dan licin (jika hujan). Untuk menuju ke pantai ini disarankan memakai sepeda motor maupun mobil SUV atau Crossover dengan Ground clearance tinggi.

Pantai Baruna, Semarang

        Meskipun akses ke Pantai Baruna ini tak semudah ke Pantai Marina, namun pemandangan pantainya sangat indah. Pantai ini merupakan tempat favorit bagi penghobi fotografi, karena memiliki panorama sunset dan sunrise yang indah serta terdapat rumput-rumput ilalang di sekitar pantai. Selain itu, pantai ini juga merupakan spot favorit untuk memancing karena suasananya sangat tenang. Pantai ini juga merupakan tempat wisata yang romantis di Semarang.




6. Lawang Sewu

Tak lengkap rasanya jika pergi ke Semarang tak mampir dulu ke Lawang Sewu. Lawang Sewu adalah gedung kuno peninggalan Belanda yang mulai dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Dahulu, Lawang Sewu merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS yang dirancang oleh Prof. Jacob F. Klinkhamer (TH Delft) dan B.J. Ouendag, arsitek dari Amsterdam, Belanda. Lalu setelah kemerdekaan RI, gedung ini dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah. Pada 14-19 Oktober 1945, gedung ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang.

Lawang Sewu, Semarang

        Sekarang, gedung ini telah mengalami tahap konservasi dan revitalisasi yang dilakukan oleh Unit Pelestarian benda dan bangunan bersejarah PT Kereta Api Persero. Masyarakat sekitar menyebut gedung ini dengan nama "Lawang Sewu" yang berarti "Pintu Seribu", karena memiliki pintu yang sangat banyak. Walaupun sebenarnya jumlah pintunya tak sampai seribu, namun kebiasaan orang Jawa sering menyebut sesuatu yang berjumlah banyak dengan kata "sewu" atau "seribu". Jumlah pintu di Gedung Lawang Sewu sebanyak 429 buah, dengan daun pintu lebih dari 1.200 (sebagian pintu dengan 2 daun pintu, dan sebagian menggunakan 4 daun pintu, yang terdiri dari 2 daun pintu jenis ayun, serta 2 daun pintu jenis pintu geser).

        Yang menarik dari Lawang Sewu selain bangunannya yang bersejarah dan memiliki banyak pintu adalah adanya aura mistis yang sangat kuat. Saat Gedung Lawang Sewu ini digunakan sebagai tempat uji nyali yang diadakan oleh stasiun-stasiun TV, banyak ditemui penampakan makhluk astral. Bahkan, banyak masyarakat sekitar yang juga merasakan adanya makhluk ghaib di Lawang Sewu ini. Menurut warga sekitar, lokasi paling angker berada di Penjara bawah tanah dan Lokasi Pembantaian.




7. Masjid Agung Jawa Tengah

Masjid ini berdiri di atas lahan 10 hektar dengan luas bangunan untuk Sholat di masjid ini mencapai 7.669 meter persegi, sangat luas dan megah. Termasuk salah satu Masjid terbesar di Indonesia. Masjid ini dibangun pada tahun 2001 dan selesai pada tahun 2006. Saat masa pembangunan berlangsung, pemasangan tiang pancang Masjid ini dihadiri beberapa tokoh penting, dan tujuh duta besar negara-negara sahabat Arab Saudi, Qatar, Mesir, Kuwait, Uni Emirat Arab, Palestina, Arab Saudi dan Abu Dabi.

Masjid Agung Jawa Tengah

        Masjid Agung Jawa Tengah memiliki gaya arsitektur gabungan dari Jawa, Islam dan Romawi yang dirancang oleh arsitektur bernama Ir. H. Ahmad Fanani. Tampilan arsitektur Jawa tercermin dari Bangunan utama Masjid yang beratap lima serta dibagian ujungnya dilengkapi dengan kubah besar berdiameter 20 meter ditambah lagi dengan 4 menara setinggi 62 meter ditiap penjuru atapnya sebagai bentuk bangunan masjid universal Islam lengkap dengan satu menara terpisah dari bangunan masjid setinggi 99 meter.

        Tampilan arsitektur Romawi terlihat dari 25 pilar di pelataran Masjid bergaya Koloseum Athena yang dihiasi Kaligrafi-kaligrafi yang indah. Di depan area Masjid terdapat menara Asmaul Husna setinggi 99 meter yang terdiri dari Studio Radio DAIS MAJT di Lantai 1, Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah di Lantai 2, Rumah Makan Berputar di Lantai 18, Gardu Pandang dan Tempat rukyat al-hilal di Lantai 19. Sedangkan di area Serambi Masjid, dilengkapi Payung Raksasa seperti di Masjid Nabawi. Selain itu, di Masjid Agung Jawa Tengah ini terdapat Al-Qur'an raksasa berukuran 145 x 95 cm² dan Bedug raksasa berukuran panjang 310 cm, diameter 220 cm.




8. Klenteng Sam Po Kong

Terletak di daerah Simongan, sebelah barat daya Kota Semarang. Kelenteng Sam Po Kong atau Klenteng Gedung Batu Sam Po Kong adalah sebuah petilasan atau bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok beragama islam yang bernama Zheng He / Cheng Ho. Disebut Gedung Batu karena bentuknya merupakan sebuah Goa Batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu, warga keturunan Tionghoa menganggap bangunan tersebut adalah Klenteng karena memiliki arsitektur bangunan China.

Gedung Baru Sam Po Kong

        Sekarang, Klenteng Sam Po Kong dijadikan tempat peringatan, tempat pemujaan, tempat bersembahyang, dan tempat untuk berziarah. Karena itulah, di dalam Goa Batu terdapat sebuah altar serta patung-patung Sam Po Tay Djien dan juga terdapat Patung Cheng Ho yang dilapisi emas. Tempat tempat sembahyang tersebut dinamai sesuai dengan peruntukannya, yaitu Klenteng Thao Tee Kong yang merupakan tempat pemujaan Dewa Bumi untuk memohon berkah dan keselamatan hidup. Sedangkan tempat pemujaan Kyai Juru Mudi berupa makam juru mudi kapal yang ditumpangi Laksamana Cheng Ho.

        Tempat pemujaan lainnya dinamai kyai Jangkar, karena di sini tersimpan jangkar asli kapal Cheng Ho yang dihias dengan kain warna merah pula. Di sini digunakan untuk sembahyang arwah Ho Ping, yaitu mendoakan arwah yang tidak bersanak keluarga yang mungkin belum mendapat tempat di alam baka. Lalu ada tempat pemujaan Kyai Cundrik Bumi, yang dulunya merupakan tempat penyimpanan segala jenis persenjataan yang digunakan awak kapal Cheng Ho, serta Kyai dan Nyai Tumpeng yang mewakili tempat penyimpanan bahan makanan pada jaman Cheng Ho.

       Karena seluruh area digunakan untuk sembahyang, tidak semua orang boleh memasukinya. Semua bangunan Kuil dipagari dan pintu masuknya dijaga oleh petugas keamanan. Hanya yang bermaksud sembahyang saja yang diijinkan masuk sedangkan wisatawan yang ingin melihat-lihat hanya bisa melakukannya dari balik pagar.

        Di halaman depan kelenteng yang luas terdapat sejumlah patung, termasuk patung Laksamana Cheng Ho. Di sinilah sering diadakan atraksi-atraksi kesenian berupa tari tarian, barongsai atau bentuk kesenian lain yang digelar untuk memperngati hari-hari bersejarah yang berhubungan dengan Cheng Ho atau budaya China.




9. Gereja Blenduk

Terletak di Jl. Letjend. Suprapto 32, Semarang. Gereja Blenduk sebenarnya bernama "Gereja GPIB Immanuel". Disebut "Gereja Blenduk" karena memiliki kubah yang membulat (blenduk). Gereja Blenduk adalah Gereja Kristen tertua di Jawa Tengah yang dibangun oleh masyarakat Belanda yang tinggal di kota itu pada tahun 1753. Gereja ini memiliki kubah yang besar dan dilapisi perunggu serta di dalamnya terdapat sebuah orgel Barok.

Gereja Blenduk atau Gereja GPIB Immanuel

        Gereja ini terdiri dari 2 lantai dan arsitektur di dalamnya dibuat berdasarkan Salib Yunani. Pada sisi Timur, Selatan dan Barat bangunan terdapat portico bergaya Dorik Romawi yang beratap pelana. Gereja ini memiliki dua buah Menara di kiri dan kanan yang berbentuk dasar bujur sangkar tetapi pada lapisan paling atas berbentuk bundar. Sampai sekarang, Gereja Blenduk masih dipergunakan untuk beribadah setiap hari Minggu.




10. Vihara dan Pagoda Buddhagaya Watugong

Terletak di Pudakpayung, Banyumanik, Semarang atau sekitar 45 menit dari Kota Semarang. Yang menarik di Vihara Watugong adalah terdapat Pagoda bernama Pagoda Avalokitesvara (Metta Karuna). Pagoda tersebut memiliki tinggi 45 meter dengan 7 lantai. Tak heran, kalau Pagoda tersebut dinyatakan sebagai Pagoda tertinggi di Indonesia oleh MURI.

Pagoda Avalokitesvara

        Di bagian dalam Pagoda, berbentuk persegi delapan berukuran 15 x 15 meter. Lantai 2 sampai 6 dipasang patung Dewi Kwan Im (Dewi Welas Asih) yang menghadap empat penjuru angin. Hal ini bertujuan agar sang Dewi memancarkan kasih sayangnya ke segala arah mata angin. Pada lantai 7 terdapat patung Amitaba, yakni guru besar para Dewa dan Manusia. Dibagian puncak Pagoda terdapat Stupa untuk menyimpan relik (butir-butir mutiara) yang keluar dari Sang Buddha. Bagian depan Pagoda juga terdapat patung Dewi Welas Asih serta Sang Buddha yang duduk dibawah pohon Bodi.

        Di Komplek Vihara juga terdapat Cottage untuk menginap para tamu. Tepat di depan cottage terdapat Bangunan Dhammasala. Bangunan ini terdiri dari 2 lantai, lantai dasar digunakan untuk ruang aula serbaguna yang luas dengan sebuah panggung didepannya, sedangkan lantai atas untuk ruang Dhammasala. Pada bagian tembok pagar disekiling dhammasala terdapat relief yang menceritakan tentang paticasamupada. Dengan melihat relief ini kita akan lebih mudah memahami konsep paticasamupada.

        Sebelum memasuki Vihara ini, pengunjung diharuskan untuk melakukan ritual khusus terlebih dulu. Yaitu ritual menginjak relief ayam, ular dan babi yang ada di depan pintu masuk. Relief hewan-hewan ini di yakini melambangkan keserakahan, kebencian, dan kemalasan. Dengan menginjakkan kaki di relief tadi, diharapkan manusia dapat meninggalkan karakter buruk tersebut baru kemudian dapat memasuki nirwana. Sekarang ini, Vihara Buddhagaya merupakan salah satu bangunan yang berada di bawah binaan Sangha Threvada atau organisai Kebikkuan yang berpedoman pada Kitab Suci Tipitaka Pali.




11. Simpang Lima Semarang

Simpang Lima Semarang juga termasuk Alun-alun yang berada di tengah-tengah persimpangan Jl. Pandanaran di sebelah barat, Jl. A. Yani di sebelah timur, Jl. Gajahmada dan Jl. Pahlawan di sebelah timur, sementara disebelah timur laut ada Jl.KH. Ahmad Dahlan. Seperti Simpang Lima Gumul di Kediri, Simpang Lima Semarang merupakan ikon atau ciri khas Kota Semarang. Lokasinya yang mudah diakses, serta banyak terdapat tempat Kuliner, pusat Perbelanjaan dan Hotel membuat Simpang Lima Semarang menjadi destinasi wisata favorit.

Simpang Lima Semarang

        Di sini terdapat Lapangan yang bernama Lapangan Pancasila, lapangan ini merupakan pusat keramaian bagi warga Semarang, terutama pada hari sabtu - minggu pagi. Pada minggu pagi, tempat ini hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki dan bersepeda (Car Free Day). Saat malam pergantian tahun, di Simpang Lima Semarang selalu diadakan Pesta Kembang Api dan Konser Musik.




12. Candi Gedong Songo

Terletak di Dusun Darum, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Merupakan sebuah Komplek Candi yang memiliki Sembilan Candi dan tersebar luas. Maka dari itu dinamakan Candi Songo ("songo" dalam bahasa jawa berarti "sembilan"). Komplek Candi ini terletak di Lereng Gunung Ungaran bagian selatan dengan ketinggian sekitar 1.200 mdpl, sehingga suhu udara di sini cukup dingin (sekitar 19-27° Celcius).

Komplek Candi Gedong Songo

        Pemandangan pegunungan yang hijau dan indah serta kesejukan khas pegunungan akan Anda temui di sini. Jarak antar Gedong Candi yang satu dan yang lainnya tersebar cukup jauh dengan kontur jalanan pegunungan, sehingga membutuhkan tenaga ekstra bagi Anda yang belum terbiasa. Di komplek Candi ini juga terdapat tempat untuk istirahat dan mandi dengan air hangat. Tepatnya di antara Candi gedong 3 dan Candi gedong 4, terdapat sebuah kepunden gunung dengan sumber air panas yang mengandung kadar belerang cukup tinggi namun aman digunakan untuk mandi dan dipercaya dapat mengobati gatal-gatal.




13. Goa Kreo

Kawasan Wisata Goa Kreo terletak di Dukuh Talun Kacang, Kelurahan Kandri, Kecamatan Mijen. Merupakan areal hutan seluas ± 5 hektar yang terletak di daerah perbukitan (Gunung Krincing ) dan lembah Sungai Kreo, Jarak lokasi sekitar 13 km dari bundaran Tugu Muda ke arah selatan. Kata "Kreo" berasal dari kata "Mangreho" yang berarti peliharalah atau jagalah..Goa Kreo dipercaya sebagai petilasan Sunan Kalijaga saat mencari kayu jati untuk membangun Masjid Agung Demak.

Goa Kreo

        Di Goa Kreo ini, Anda akan menjumpai banyak Kera liar yang berkeliaran bebas. Di kawasan ini juga terdapat Air terjun yang jernih dan tak kering walaupun musim kemarau. Untuk mencapai mulut Goa, pengunjung harus berjalan kaki melewati anak tangga yang cukup banyak dan curam. Namun, semua usaha-usaha Anda akan terbayarkan dengan pemandangan indah Goa Kreo dan sekitarnya serta udara yang sangat sejuk.

        Di kawasan Goa Kreo ini juga terdapat waduk seluas 46,56 hektar yang bernama Waduk Jatibarang. Waduk Jatibarang ini berfungsi sebagai pengendali banjir di Kota Semarang, menjaga ketersediaan air minum, dan sebagai pembangkit tenaga listrik.




14. Curug Benowo

Curug Benowo

Terletak di Lereng Gunung Ungaran, Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Untuk mencapai Curug Benowo, Anda harus berjalan kaki naik-turun dengan melewati medan bebatuan yang sempit. Dibutuhkan waktu sekitar 2 jam berjalan kaki, namun sesampainya di lokasi Curug Benowo, Anda akan disuguhkan pemandangan air terjun dengan dikelilingi tebing-tebing curam yang hijau dan sangat indah. Udara di sini pun juga sangat sejuk, karena terletak di area pegunungan.




15. Curug Lawe

Curug Lawe

Terletak di Lereng Gunung Ungaran, lokasinya dekat dengan Curug Benowo. Untuk mencapai lokasi Curug Lawe, dari parkiran Anda harus berjalan kaki sekitar 30 menit melewati tanjakan yang tak begitu curam namun dikelilingi pemandangan alam pegunungan yang sangat asri. Curug Lawe memiliki air yang sangat bersih dan menyegarkan. Selain itu, pemandangan perbukitan dan pepohonan sekitar juga sangat indah serta udaranya sangat sejuk.




16. Air Terjun Kali Pancur

Terletak di Desa Nogosaren, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang atau sekitar 14 km sebelah barat Kota Salatiga. Untuk mencapai lokasinya, sebaiknya Anda menggunakan kendaraan pribadi. Namun jika menggunakan kendaraan umum, Anda dapat mengambil jurusan Kopeng Salatiga, sesampainya di Desa Wates Kec. Getasan, dilanjutkan dengan naik ojek sekitar 3 km. Kondisi akses jalan ke Air terjun ini cukup baik, hanya saja beberapa ratus meter sebelum lokasi, kondisi jalan cukup sempit. Namun saat perjalanan, Anda dapat melihat keindahan alam lereng Gunung Telomoyo dan Gunung Merbabu.

Air Terjun Kali Pancur

        Sesampainya di parkiran, Anda harus berjalan kaki tak sampai 1 km dengan melewati anak tangga, Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 150 meter dengan dikelilingi tebing dan bebatuan yang sangat indah. Selain itu, pepohonan yang hijau dan udara yang sejuk membuat Anda semakin betah berwisata di Air Terjun Kali Pancur ini.




17. Kampoeng Wisata Taman Lele

Terletak di Jl. Walisongo KM 10 Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Kampoeng Wisata Taman Lele memiliki luas 22.173 hektar, dengan danau buatan yang dikelilingi gazebo. Danau buatan di sini digunakan sebagai wahana bermain yang bisa dikelilingi dengan menaiki Perahu bebek.

Kampoeng Wisata Taman Lele

        Di sini juga terdapat penginapan, sepeda air, berbagai permainan untuk anak-anak, kolam renang dan kebun binatang yang berisikan buaya, ular phiton, iguana, kelinci, burung merak dan berbagai jenis burung-burung lainya. Kampoeng Wisata Taman Lele merupakan tempat yang ideal untuk berwisata dengan keluarga dan anak-anak. Kampoeng Wisata Taman Lele buka setiap hari mulai jam 08.00 - 18.00 WIB.




18. Taman Rekreasi Wonderia

Terletak di Jl. Sriwijaya No.29, Kota Semarang. Sejak dibuka pada tahun 2007, taman rekreasi ini selalu menjadi tempat wisata keluarga favorit di Kota Semarang. Tersedia berbagai wahana dan permainan menarik, seperti Merry Go Round, Typhoon Coaster, Boom Boom Car, Kiddy Boat,  Super Rally,  dan Space Gyro. Selain itu, juga terdapat wahana yang menguji nyali seperti Ghost House.

Taman Rekreasi Wonderia Semarang

        Di Taman Rekreasi Wonderia juga sering diadakan pertunjukan-pertunjukan menarik, seperti Konser Musik dan Lomba Burung Kicau. Akses masuk cukup mudah dengan area tempat parkir yang luas serta deretan pepohonan yang membuat suasana menjadi teduh. Taman rekreasi ini buka setiap hari mulai jam 09.00 - 22.00 WIB, khusus akhir pekan jam 09.00 - 23.00 WIB. Di Taman Rekreasi Wonderia ini juga terdapat outlet-outlet yang menjual makanan dan minuman serta penjual-penjual souvenir.




19. Hutan Wisata Tinjomoyo

Terletak di bagian Selatan Kota Semarang, tepatnya di Kelurahan Sukorejo , kurang lebih 7 KM dari Tugu Muda. Hutan Wisata Tinjomoyo merupakan Hutan wisata seluas 57,5 hektar yang memiliki ratusan pepohonan yang terawat. Selain sebagai tempat wisata, Hutan ini juga difungsikan sebagai paru-paru kota dan daerah resapan air.

Jembatan Merah di Hutan Wisata Tinjomoyo, Semarang

        Di hutan wisata ini terdapat arena combat game, camping ground, outing activity, bird watching, dan flying fox. Selain pemandangan yang indah dan asri, di sini juga terdapat Jembatan Merah yang merupakan tempat favorit untuk pemotretan, berfoto maupun selfie. Selain itu, udara yang sejuk juga menjadi nilai lebih dari Hutan Wisata Tinjomoyo ini.




20. Wisata Kuliner Lumpia Semarang

Tak lengkap rasanya jika mengunjungi Semarang tak mencicipi Lumpia. Lumpia merupakan makanan khas Semarang yang terbuat dari campuran rebung, telur, sayuran, daging yang kemudian di gulung dalam adonan tepung gandum yang seperti kulit lalu dapat disajikan dengan cara digoreng (Lumpia Goreng) maupun tidak (Lumpia Basah). Lumpia khas Semarang sangat terkenal sampai ke seluruh Indonesia karena kelezatannya. Sebenarnya, Lumpia sendiri adalah makanan khas China yang dibawa ke Indonesia.

Lumpia Gang Lombok

        Di Semarang sangat mudah menemukan Lumpia, namun yang paling terkenal akan kelezatannya adalah Lumpia Gang Lombok, tepatnya di Gg. Lombok No.11, Purwodinatan, Semarang Tengah, Kota Semarang, dekat dengan Klenteng Tay Kak Sie dan replika Kapal Cheng Ho.

        Lumpia Semarang pertama kali diciptakan oleh sepasang suami istri Tjoa Thay Yoe dan Wasih sekaligus pemilik Kios Lumpia tertua di Gang Lombok No. 11 ini. Kini Kios Lumpia Gang Lombok ini dilanjutkan cucunya, Siem Swie Kiem (Purnomo Usodo), yang merupakan generasi ketiga dari Lumpia Gang Lombok Semarang ini. Resep dan Cita rasa Lumpia di sini tetap asli warisan dari sang penciptanya tanpa merubah atau memodifikasi sedikitpun. Sehingga, citarasanya tetap terjaga dari dulu hingga sekarang.

Kios Lumpia Gang Lombok

        Rasa Lumpia di sini memiliki tingkat asin - manis yang pas, ditambah cocolan saus racikan yang lezat dari sang owner membuat siapapun pasti tergoda untuk mencicipinya. Jika ingin dibawa pulang, Lumpia tersebut akan dibungkus dengan besek (wadah dari lembaran bambu tipis yang dianyam) sedangkan sausnya dibungkus daun Pisang. Meskipun Kios Lumpia ini selalu ramai, namun pelayanannya cukup cepat dan memuaskan pengunjung. Kios Lumpia ini buka setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB, namun kadang bisa tutup lebih awal jika Lumpia-nya sudah habis.





Tony Effendi
20 TEMPAT WISATA YANG INDAH DAN POPULER DI SEMARANG - written by Tony Effendi , published at 00.32, categorized as Wisata di Jawa . And have 0 komentar
No comment Add a comment
Cancel Reply
GetID